

Ga kaya' di indonesia yang jarang lubur, dijepang liburan ada bermacam-macam.
Hari-hari Libur Resmi
• 1 Januari Tahun Baru (Ganjitsu)
Di hari-hari awal tahun baru terdapat tradisi melakukan hatsumode (kunjungan pertama ke kuil).
• Senin minggu ke-2 bulan Januari
Hari Kedewasaan (Seijin no hi). Upacara bernama Seijin shiki diadakan di seluruh Jepang untuk menyambut penduduk yang mencapai usia 20 tahun.
• 11 Februari
Hari Pembentukan Negara (Kenkoku kinen no hi) yaitu hari untuk memperingati penobatan Kaisar Jepang yang pertama.
• 20 atau 21 Maret
Hari Ekuinoks Musim Semi (Shunbun no hi), Hari untuk melakukan ziarah ke makam.
• 29 April
Hari Shōwa (Shōwa no hi). Hari libur untuk memperingati ulang tahun Kaisar Shōwa menurut keputusan Parlemen Jepang tertanggal 13 Mei 2005.
• 3 Mei
Hari Peringatan Konstitusi (Kenpo kinenbi) Hari mulai berlakunya Konstitusi Jepang.
• 4 Mei
Hari Hijau (Midori no hi). Hari libur untuk mencintai tumbuhan dan berterima kasih atas hasil alam
• 5 Mei
Hari Anak-anak (Kodomo no hi) Hari kesehatan dan kesejahteraan anak-anak, dan sering disebut Hari Anak Laki-laki.
• Senin minggu ke-3 bulan Juli
Hari Laut (Umi no hi) Hari berterima kasih pada lautan dan samudra.
• Senin minggu ke-3 bulan September
Hari Penghormatan Orang Lanjut Usia (Keirō no hi). Hari memperhatikan kesejahteraan orang lanjut usia.
• 23 September
Hari Ekuinoks Musim Gugur (Shūbun no hi). Hari untuk melakukan ziarah ke makam.
• Senin minggu ke-2 bulan Oktober
Hari Olahraga dan Kesehatan (Taiiku no hi) Hari libur untuk memperingati hari pembukaan Olimpiade Tokyo 1964.
• 3 November
Hari Kebudayaan (Bunka no hi) Dulunya merupakan hari libur untuk memperingati hari ulang tahun Kaisar Meiji, tetapi kemudian dijadikan hari libur untuk mempromosikan kebudayaan Jepang.
• 23 November
Hari Berterimakasih pada Pekerja/Buruh (Kinro kansha no hi) Hari libur untuk menghormati kaum buruh dan merayakan hasil produksi.
• 23 Desember
Hari Ulang Tahun Kaisar (Tennō tanjobi) Hari libur untuk merayakan ulang tahun Kaisar Jepang yang sekarang.
Libur Tidak Resmi
Selain hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah, Jepang juga memiliki tradisi liburan tidak resmi.
• Libur Golden Week
Golden Week adalah pekan di akhir bulan April dan awal bulan Mei yang secara kebetulan ada 4 hari libur resmi yang hampir berurutan (29 April, 3 Mei, 4 Mei, dan 5 Mei). Sebagian besar kantor-kantor memutuskan untuk meliburkan pegawainya selama periode Golden Week. Di tahun 2005, sebagian perusahaan dan bisnis tutup selama 10 hari mulai tanggal 29 April sampai tanggal 9 Mei, karena 2 Mei dan 6 Mei adalah dua hari kerja yang terjepit di antara hari libur resmi dan libur akhir pekan.
• Libur Obon
Libur Obon (Obon yasumi) adalah hari-hari libur tidak resmi sebelum dan sesudah tanggal 15 Agustus. Walaupun perayaan Obon tidak merupakan hari libur resmi, perusahaan dan pemilik usaha sering meliburkan diri selama beberapa hari (13-16 Agustus) atau hingga satu minggu. Libur Obon digunakan untuk berziarah ke makam dan berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman. Kantor pemerintah tetap buka seperti biasa, walaupun sebagian besar pegawai meminta cuti untuk merayakan Obon.
• Libur Tahun Baru Jepang
Libur Tahun Baru Jepang (Oshogatsu yasumi) adalah kesempatan pulang ke kampung halaman dan berkumpul dengan sanak keluarga untuk merayakan hari Tahun Baru. Liburan tahun baru lamanya berbeda-beda tergantung pada kebijaksanaan masing-masing kantor. Kantor-kantor pemerintahan dan swasta biasanya tutup sejak menjelang akhir tahun (29 Desember atau 30 Desember) hingga beberapa hari sesudah Tahun Baru.
Hari-hari Perayaan Tradisi
Sebagai negara yang memelihara kelangsungan tradisi, ada hari-hari tertentu yang bukan merupakan hari libur, tetapi merupakan hari-hari khusus yang dirayakan secara luas di Jepang.
Tanggal Nama perayaan dalam Bahasa Indonesia Nama perayaan dalam Bahasa Jepang Keterangan dan tradisi yang terkait
• 3 Februari
Hari Pergantian Musim (Setsubun) Dulunya orang Jepang selalu memperingati hari-hari yang menandai pergantian musim (setahun ada 4 kali Setsubun), tetapi sekarang yang diperingati hanyalah hari yang terjepit di antara akhir musim dingin dan awal musim semi. Pada hari Setsubun ada tradisi melempar kacang kedelai untuk mengusir hantu (oni). Di kuil-kuil Shinto diadakan upacara melempar-lempar kacang kedelai yang juga dilakukan oleh bintang tamu orang-orang terkenal. Di rumah-rumah orang Jepang, kacang kedelai dilempar-lemparkan sambil mengucap mantera: Oni wa soto, fuku wa uchi (Hantu ke luar, rezeki ayo ke dalam!)
• 3 Maret
Hari Anak Perempuan (Hina Matsuri) Hari untuk mendoakan kesehatan dan pertumbuhan anak perempuan. Di rumah orang Jepang yang mempunyai anak perempuan usia sekolah, terdapat tradisi untuk memajang boneka pasangan pengantin (ひな人形 hina ningyo) dalam upacara pernikahan zaman Heian.
• 7 Juli
Festival Tanabata (Tanabata matsuri). Konon festival ini berasal dari legenda kuno Tiongkok mengenai kisah cinta seorang penenun yang bernama Orihime and penggembala sapi yang bernama Hikoboshi. Pasangan yang sedang dilanda cinta ini hanya dapat bertemu setahun sekali di hari Tanabata, di saat tempat tinggal mereka di bintang Vega dan bintang Altair yang terpisahkan Galaksi Bima Sakti (Ama no gawa) letaknya menjadi sangat berdekatan.
Pada perayaan Tanabata, anak-anak sekolah dan pasangan yang sedang berpacaran menuliskan keinginan, harapan, dan cita-cita masa depan di atas Tanzaku (kertas persegi panjang). Tanzaku kemudian digantung di dahan-dahan pohon bambu bersama-sama dengan hiasan beraneka warna agar keinginan yang dituliskan menjadi terkabul.
• 15 Agustus
Perayaan Obon (Obon) Kesempatan berkumpul dengan sanak keluarga di kampung halaman bagi orang Jepang. Kabarnya pada hari ini para arwah leluhur diberi izin untuk turun ke bumi mengunjungi sanak keluarga.
• 15 November
Perayaan usia tujuh-lima-tiga tahun (Shichi-Go-San) Perayaan untuk mendoakan kesehatan anak perempuan yang sudah genap berusia 7 dan 3 tahun, dan anak laki-laki yang sudah genap berusia 5 tahun. Tradisi ini merupakan kewajiban bagi para orang tua untuk membawa anak-anak yang sudah genap berusia 7, 5 atau 3 tahun ke kuil-kuil Shinto untuk didoakan.
Pada perayaan ini kita bisa melihat anak-anak yang sedang merayakan Shichi-go-san mengenakan pakaian kimono yang bagus-bagus. Para orang tua memanfaatkan kesempatan ini untuk mengabadikan anak-anak yang sudah berpakaian bagus dengan membuat foto keluarga di studio foto.
Read More..